Fogging dan Wayang Carnival

Akhir pekan lalu, kami awalnya berencana pergi meninggalkan rumah dari pagi. Mengap? Karena pada hari Sabtu pagi, pukul 7 tepatnya, di tempat kami akan dilaksanakan fogging aka pengasapan. Sebelumnya, ada anak yang harus diinfus karena dinyatakan positif DBD. Rencana awalnya adalah pergi ke Kota Tua, naik sepeda hingga Pelabuhan Sunda Kelapa.

Kalau saya sih sebenarnya cenderung kurang setuju dengan fogging karena bagi saya ini pendekatan reaktif. Saya lebih setuju bagaimana caranya menjaga lingkungan tetap bersih. Pendekatan preventif.

Tapi entah bagaimana, kebanyakan warga lebih suka pengasapan. OK, hal ini tak perlu dibahas sekarang.

Judulnya sih fogging untuk nyamuk, tapi usai asap pergi, yang mati menggelinjang justru kecoak. Walah, jumlahnya mencapai ratusan kali. Saya pun melakukan holocaust pada kecoak.

Jadinya kami berangkat dari rumah agak siang.

Tujuan utama kali ini adalah Museum Nasional atau lebih dikenal Museum Gajah. Kebetulan sedang ada acara Wayang Carnival. Saya memang sempat meneluri jadwal pertunjukan, tapi rasanya akan sulit untuk bisa berada di tempat dan waktu pertunjukan yang tepat.

Saat kami tiba, satu-satunya pertunjukan yang ada adalah Hombre Come. Sangat menarik melihat bagaimana kreasi manusia dari berbagai belahan dunia. Ternyata memang kehidupan manusia itu sungguh penuh warna!

Akhir pekan yang menyenangkan. Apalagi saat melihat Zaidan berlarian di halaman museum yang berseni.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s