Membaca Getting Things Done for Hackers

Disclaimer: saya bukan hacker, apalagi rockstar!

Beberapa hari lalu saya baru saja selesai membaca buku Getting Things Done for Hackers! Saya anggap selesai saja sih sebenarnya, karena saya tak membaca habis semua tulisan dalam buku ini. Saya gunakan teknik speed reading saja, dan coba menerka-nerka isi bab selanjutnya, jadi tak semua tulisan saya baca.

20131002-115237.jpg

Berikut saya coba berbagi mengapa buku ini menarik.

Di awal diceritakan bagaimana latar belakang, mengapa kok seolah-olah waktu 24 jam itu selalu terasa kurang. Banyak hal yang terlupakan dan tidak terselesaikan.

Buku ini tidak menyuruh kita menggunakan tool tertentu. Yang paling penting adalah pemahamannya. Tool bisa mengikuti. Bahkan hanya dengan pulpen dan kertas pun kita bisa mengimplementasikan GTD ini. Namun tentu penulis memberikan juga konsep dalam menangani informasi di dunia digital: email pada khususnya.

Saat membuat daftar yang harus dilakukan begitu panjang, saya selalu teringat perkataan: lakukan satu-dua hal saja setiap hari, sisanya nikmati hidup.

Jadi, jangan terlalu panjang dalam menyusun daftar. Lalu tetapkan aksi yang perlu dilakukan dari daftar ini. Antara lain:

  • lakukan segera
  • lakukan nanti
  • delegasikan
  • tak perlu dilakukan

Lalu hal menarik yang saya jumpai juga adalah tambahkan konteks pada daftar tersebut. Apakah dilakukan di rumah, di kantor, di perjalanan? Apakah perlu komputer yang menyala, sambungan ke Internet, atau bisa hanya dengan pulpen dan kertas saja.

Hal-hal lain juga bisa dituliskan dalam daftar. Misal mimpi. Suatu hari nanti ingin: pergi ke bulan, ke Eropa melihat Aurora Borealis, dst. Atau yang lebih real: jika nanti gajian mau beli a, b, c, d. Untuk suatu hal yang bersifat periodik, dapat dibantu dengan aplikasi kalendar. Jadi kita bisa diingatkan sebelum jatuh tempo.

Oh ya hal menarik lagi, di buku ini dituliskan dengan membuat daftar, kita bisa menghindari percakapan yang tidak perlu. Nah, ini menurut saya budaya yang berbeda. Di Indonesia dengan budaya lisan yang kuat, mengobrol justru menjadi salah satu cara untuk menciptakan kedekatan/keakraban.

Untuk sementara ini saya coba implementasikan GTD dengan pulpen dan kertas dulu.

3 pemikiran pada “Membaca Getting Things Done for Hackers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s