Cerita Idul Adha 1434 H

Libur panjang baru saja berlalu. Cuti bersama ditetapkan di hari Senin, dan libur Idul Adha di hari Selasa. Di tempat saya tinggal, diputuskan untuk melaksanakan pemotongan kurban Idul Adha.

Sudah jauh-jauh hari acara ini dipersiapkan. Saya ingat betul, rapat pertama dilakukan 2 bulan sebelum acara, yaitu masih di bulan Syawal. Saat agenda rapat lainnya masih membahas soal silaturahmi halal bi halal.

Aktif di lingkungan sekitar ini memiliki seni tersendiri. Aktif bermasyarakat. Aktif di komunitas.

Setelah saya renungi, hal ini sama saja dengan aktif saat berkegiatan saat mahasiswa. Tak ada nilai. Tak ada paksaan. Tak ada penghargaan, termasuk finansial. Malah lebih sering keluar uang sendiri, menomboki.

Semua dilakukan karena senang saja dan keinginan untuk berkontribusi kembali ke komunitas. Mengembalikan apa-apa yang didapat kepada orang lain.

Alhamdulillah acara berjalan lancar. Pemotongan dimulai pukul 8.15 Saya membantu membawakan acara sementara Zaidan ikut menyaksikan didampingi istri saya.

Zaidan sama sekali tidak takut dengan sapi dan kambing. Ia malah menghampiri sambil membawa potongan rumput untuk diumpankan ke sapi dan kambing. Tetangga saya berkomentar, “Zaidan ngomongnya lancar sekali”. Ya, memang ia seolah tidak berhenti berbicara. “Pak kambingnya gak mau makan”, “Pak sapinya kok duduk?”, “Pak sapinya mati?”, dan seterusnya.

Saya menyembelih sendiri hewan kurban. Zaidan menyaksikan dari belakang.

Usai disembelih, ditunggu sejenak hingga kambing ini benar-benar mati. Selanjutnya, digantung di tempat menguliti yang sudah disiapkan sebelumnya. Kami membeli bambu dan dirakit sedemikian rupa hingga jadi tempat menggantung kambing.

Saya belum bisa menguliti, jadi saya membantu memotong/mencacah atau memisahkan daging dari tulang kambing. Tanpa terasa, acara seperti ini membangun kebersamaan. Di tengah kesibukan kaum urban, kebersamaan ini sesuatu yang mendekati punah. Gimana tidak? Kan berangkat sebelum matahari terbit dan pulang usai matahari terbenam.

Kebersamaan Idul Adha 1434 H

Acara selesai pukul 13.15 Daging sudah dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam plastik. Total terkumpul 213 kantong daging sapi dan 128 daging kambing. Semoga kita benar-benar bisa memaknai hari raya Idul Adha ini sebaik-baiknya.

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Satu pemikiran pada “Cerita Idul Adha 1434 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s