Pizza Hut dan Bot

Apakah persamaan Pizza Hut dan bot? Keduanya sama-sama robot. Bot.

Hadeuh. Kasar sekali saya. Penilaian subjektif ini saya berikan setelah beberapa kali makan di beberapa tempat Pizza Hut yang berbeda-beda. Bahasa tubuh (gesture) dan percakapan yang keluar dari para pelayan Pizza Hut, saya rasakan sebagai sesuatu yang ter-standardisasi.

Tidak alami. Seperti robot saja.

Padahal membuat bot itu tidak mudah. Belakangan ini saya eksperimen membuat bot twitter. Bot yang akan mengucapkan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam. Logikanya sederhana saja, bot perlu mengetahui waktu dulu kapan ia akan nge-tweet. Lalu ucapannya disesuaikan dengan waktu ini.

Lalu, saya terpikir lagi untuk membuat bot twitter waktu sholat. Nah mulai makin rumit. Tapi yang lebih rumit lagi adalah membuat bot yang pintar.

Di halaman pengembang twitter, ditampilkan akun twitter KLM (maskapai penerbangan) yang bisa merespon saat di-mention yang menanyakan tarif tiket pesawat rute tertentu.

Lalu tantangan berikutnya adalah membuat bot yang bisa bercakap-cakap layaknya manusia. Bidang ilmu yang perlu dipelajari adalah NLP (Natural Language Processing).

Nah, harusnya pelayat Pizza Hut itu tetap menjadi manusia yang pintar😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s