Ngetem di Busway

Judul di atas adalah oksimoron.

Sebagai pengguna transportasi publik, saya menyambut gembira saat ada Kopaja AC yang menggunakan busway. Namun ternyata dengan model bisnis yang berbeda dengan Transjakarta,  Kopaja AC ini memiliki perilaku yang berbeda dengan Transjakarta.

Jika ada Transjakarta yang kosong, sang supir tidak akan menunggu penumpang. Pun penumpang yang berlari tetap akan ditinggal. Lain dengan Kopaja AC yang dengan setia menunggu calon penumpang.

Persamaan keduanya adalah sama-sama penuh sesak di waktu puncak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s