Konsep Diri

Hari ini saya mengajukan cuti karena harus mengantar istri. Saya sudah berjanji sejak jauh-jauh hari untuk menemani dan mendampinginya. Untuk suatu agenda yang penting.

Saat saya menulis ini, istri saya sudah tertidur pulas. Lelah. Hal ini merupakan marathon baginya. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Sementara saya, laptop masih terbuka. Ada pekerjaan yang harus dilakukan usai jam kerja. Pesan singkat di ponsel terus berdatangan, berkoordinasi. Musik yang menemani kali ini adalah album pertama dari Endah n Rhesa. Endah sungguh cakap bermain gitar. Menambah suasana romantis usai hujan.

Sejauh mana kita mengenali diri kita sendiri?

Ini adalah hal yang sulit. Diperlukan kejujuran yang sungguh mendalam. Dan juga keberanian. Apakah keinginan kita? Apa mimpi kita? Apa visi kita? Apa mimpi kita? Apa yang membuat kita bahagia?

Pertanyaan-pertanyaan, yang sejatinya tak pernah mudah dijawab.

Melalui tulisan ini, sebagai seorang yang menghargai proses daripada hasil, saya ingin mengucapkan selamat untuk istri saya, yang telah berusaha dan berjuang dengan segala daya upaya terbaik. Dan semoga hasil yang terbaik akan mengikuti di belakangnya…

2 pemikiran pada “Konsep Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s