Kerja Keras Sekali Saja?

Bangun pagi cukup sekali dalam seminggu? Benarkah?

Menyelesaikan kuliah merupakan kerja keras. Perjuangan panjang. Perjuangan melalui malam-malam panjang. Ujian, tugas. Tapi tentu semuanya terbungkus dalam pertemanan yang indah.

Lalu datang seremoni wisuda. Momen untuk mengapresiasi kerja keras selama kuliah tersebut. Lantas, setelah lulus apakah kerja keras akan berhenti?

Ternyata tidak. Bahkan cap lulusan dari PTN terbaik pun seharusnya tak membuat terlena. Terlena berhenti bekerja keras. Terlena melakukan segala sesuatu dengan tekun dan konsisten.

Jadi, bangun pagi harus dilakukan setiap hari. Mengutip bebas A. Fuadi, sang penulis novel trilogi Negeri 5 Menara, “Indahnya keringat nikmat setelah kerja keras”.

2 pemikiran pada “Kerja Keras Sekali Saja?

  1. Memangnya siapa yang bilang bangun pagi cukup sekali seminggu, Ki? Untuk para pegawai kantoran di Jakarta mana mungkin…untuk para ratu rumah tangganya apalagi…sebelum Subuh pasti udah kedandapan…hahha… memang hidup adalah perjuangaan…

    1. Iya, Dy. Kerja di Jakarta memang terkadang menumpulkan rasa. Ada grafiti di jembatan penyeberangan yang gue suka: “Kerja terus seperti kerbau dungu”.🙂

      Kata gue Dy. Berangkat pagi cuma kalau ada rapat pagi aja. Hihihi…

      Gue kalau bangun pagi suka bingung mulai kerja (kerjaan rumah) dari mana, sangking banyaknya.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s