Seberapa Detail?

Di zaman banjir informasi ini, seberapa detail kita perlu mengetahui segala sesuatu? Jawaban pendek saya adalah: bukan sedetail mungkin, tapi sedetail yang kita suka dan perlukan. Jika ada yang lupa atau kurang detail, nanti baru masuk lebih dalam. Membuka catatan.

Pada suatu artikel yang saya baca beberapa hari lalu, disebutkan penulis mengkritik program how to code. How to code ini yang saya tangkap adalah program/inisiatif dari pemerintah Amerika Serikat (bahkan Obama juga memberikan pidatonya?) agar anak dikenalkan dengan dunia pemrograman sejak dini.

Orang ini mengkritik, karena yang lebih penting adalah mengetahui cara kerja (algoritma) bukan bagaimana caranya. Ia mengilustrasikan dengan mengurutkan bilangan: 8, 9, 4, 3, 5, 1.

Bagaimana?

Algoritma yang umum adalah bubble sort. Seperti apa algoritma bubble sort, bisa lihat di Wikipedia. Terdapat gambar animasi algoritma ini.

Sementara, jika jawabannya bagaimana, berikut implementasi menggunakan Python.

a = [10, 9, 1, 2, 5, 8, 4]
sorted(a)
[1, 2, 4, 5, 8, 9, 10]

Saya tak lagi mengetahui apa algoritma fungsi sorted dalam Python standard library yang digunakan ini. Untuk mengetahuinya, saya harus buka/cari isi dari source code fungsi ini.

Masalahnya, bukan cuma fungsi sorted yang perlu saya ketahui algoritma-nya. Saya ingin tahu bagaimana Twitter API Stream bekerja, bagaimana rumus frequency analysis, bagaimana NLP bekerja, dst, dst. Saya tidak bisa masuk ke semua detail.

Satu pemikiran pada “Seberapa Detail?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s