Melihat Jauh

Semakin hari, semakin kita jarang melakukannya. Melihat jauh.

Kota semakin hiruk pikuk. Ekonomi terus tumbuh yang berarti pembangunan di mana-mana. Tak ada lagi taman luas. Yang ada hanya hanyalah perumahan dan minimarket.

Tak ada lagi ruang kosong. Ruang untuk mata menerawang melihat jauh ke depan.

Ditambah lagi dengan kehadiran smartphone. Mata selalu memandangnya. Hingga kita merasa ada yang hilang saat tak muncul notifikasi. Kita lupa, bahwa dalam perjalanan ada pemandangan yang perlu dinikmati.

Mata kita terpaku untuk selalu melihat smartphone. Hingga tak lagi peka terhadap lingkungan sekitar.

3 pemikiran pada “Melihat Jauh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s