Mengapa Terlambat

Pagi ini saya ada agenda rapat di pagi hari. Pukul 9.30. Seperti biasa saya berangkat pagi, dengan harapan bisa tiba di lokasi minimal 30 menit sebelumnya. Ternyata bisa sampai 60 menit sebelumnya🙂

Mendadak pukul 8 pagi ada SMS masuk. Sang pengirim meminta rapat ditunda pukul 14. Ia mengatakan ada agenda lain di pagi hari ini. Yaay! You should have told me earlier. Begitu ungkap saya via telepon.

Pendek cerita, rapat tak jadi ditunda pukul 14. Tetap akan dimulai 9.30 Walau lalu ia mengabari akan terlambat. Rapat pun seperti biasa, berjalan singkat dan padat. Cukup 20 menit saja.

Ada apa dengan terlambat? Dan mengapa orang Jepang memiliki pandangan yang berbeda dengan terlambat?

Apabila kita (orang Indonesia) terlambat, maka yang muncul di pikiran lawan bicara adalah, “Hadeuh, ini orang ngeselin banget. Kok terlambat sih. Bangun kesiangan deh pasti. Tahu gini gue berangkat siang deh”.

Lain dengan orang Jepang. “Wah kenapa terlambat? Jangan-jangan dia mengalami kecelakaan di jalan raya atau ada masalah dengan kendaraaan pribadi, atau kereta sedang bermasalah”.

Jadi pola pikir orang Jepang saat lawan bicaranya terlambat adalah was-was sementara orang Indonesia mencari kesalahan. Saya jadi teringat buku (saya lupa penulisnya) yang mengungkapkan 10 sifat buruk orang Indonesia. Salah satunya adalah tidak suka melihat orang lain senang/sukses/berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s