Bertemu Langsung

Hari ini saya ke Bandung. Untuk agenda rapat rutin kantor. Saya tidak selalu setiap minggu mengikuti rapat rutin.

Memang hasil rapat selalu bisa saya dapatkan dalam catatan rapat. Tapi ternyata ada yang “hilang” dalam catatan rapat tersebut. Baik pertama yang berupa informasi. Kalau hal ini faktor notulen.

Saya takkan membahas bagian ini. Yang ingin saya bahas adalah bagian hilang yang kedua, yaitu emosi atau rasa. Teknologi memang mendekatkan kita. Namun biar bagaimanapun kita tetap manusia.

Manusia membutuhkan interaksi langsung untuk bisa menangkap emosi dari lawan bicaranya. Dan ini yang saya rasakan betul berbeda, dibanding saya membaca hasil catatan rapat saja.

Dalam rapat kali ini, ada sesi berbagi. Kali ini adalah Rois yang berbagi mengenai bagaimana menyusun SOP (Standard Operating Procedure) untuk di organisasi/perusahaan. Rois baru saja mengikuti pelatihan SOP, lalu ia berbagi dalam rapat kali ini.

Rois menyampaikan materi dengan menarik. Dijelaskan dari landasan berpikir, mengapa kita perlu SOP. Apa hubungan visi perusahaan dengan SOP. Lalu, ada lagi KPI, job description, job specification, evaluation, hingga renumerasi.

Perusahaan kami adalah perusahaan kecil. Jadi tidak terlalu banyak SOP di tempat kami. Namun apakah kami membutuhkan SOP? Untuk membuat segalanya bisa lebih teratur dan seragam?

Kami bukan perusahaan besar yang banyak aturan. Tapi kami ingin lebih sedikit teratur. Teratur dengan SOP diharapkan juga tak membunuh kreativitas. Karena kalau sudah klek gitu thok dengan SOP, nanti hanya akan jadi rutinitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s