Another Backlog

Saya kira backlog hanya ada di pekerjaan. Ternyata tidak. Kalau kemarin saya mengejar backlog pekerjaan, kali ini saya mengejar backlog pekerjaan rumah.

Capek memang, tapi siapa lagi yang mengerjakan kalau bukan saya. Pertama cucian. Dengan pergi selama 7 hari, tentu cucian menumpuk.

Kedua, pekerjaan bendahara komplek. Saya perlu update status pembayaran, pengeluaran, dan mengirimkan surat kepada para penunggak. Ya ampun, sudah lebih dari 4 bulan kok santai aja gak pernah bayar iuran! Tanpa ada komunikasi yang jelas lagi. Klo pun sedang mengalami kesulitan keuangan, toh bisa dibicarakan.

Ketiga, bagian yang paling menyenangkan: bisa kembali berinteraksi langsung dengan Zaidan.

2 pemikiran pada “Another Backlog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s