Kopaja AC Tanpa Kenek

Kali ini saya ingin istirahat sejenak menulis soal Taiwan. Kali ini saya ingin cerita satu peristiwa yang saya alami saat naik Kopaja AC tanpa kenek.

Suatu pagi saya kembali naik Kopaja AC 602 dari Ragunan. Kopaja pun berangkat dari terminal. Sudah hampir sampai halte pertama, Departemen (errr sekarang Kementerian?) Pertanian, saya tak kunjung melihat kenek di dalam bus.

Waduh, apa jangan-jangan, supirnya lupa mengajak kenek?
Wah apa keneknya tertinggal?
Nanti bagaimana kalau Kopaja harus kembali pulang ke terminal?

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam pikiran saya. Kopaja AC pun terus melaju tanpa ada tanda-tanda akan kembali ke terminal Ragunan.

Penumpang terus bertambah di setiap halte yang dilalui. Hingga kemudian segelintir penumpang berinisiatif mengumpulkan uang dan memberikan secara estafet kepada penumpang di depannya. Inisiatif termasuk memberikan kembalian bagi para penumpang yang membayar dengan pecahan besar.

Peristiwa ini mengingatkan saya bahwa masih ada orang baik di Jakarta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s