Beratnya Pelayanan Publik

Pelayanan publik merupakan sesuatu yang berat dan tak pernah mudah. Itu dari kacamata saya.

Pagi ini sebelum saya ke kantor, saya mampir ke Kantor Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan. Saya perlu melegalisir akta kelahiran anak saya.

Hasil pencarian di Internet, menunjukkan ke laman Wikimapia. Dari laman Wikimapia ini, saya mendapati alamat disdukcapil jaksel adalah di Jl. Radio V No 1. Saya minta Google Maps mengaproksimasi waktu tempuh jalan kaki dari Blok M. Google Maps berkata sekitar 15-20 menit. Karena masih pagi, jadi saya putuskan jalan kaki saja.

Ternyata petunjuk pada peta cukup akurat. Saya bisa jalan kaki menempuh rute yang paling dekat. Dari Blok M saya melintasi Taman Ayodya, Jl. Barito II, lalu hingga masuk ke Jl. Radio V.

Sesampainya di pintu masuk kantor disdukcapil jaksel, sudah terseia kursi untuk duduk di tengah ruangan. Tidak ramai, tapi tidak sepi juga. Kurang lebih ada 30 warga yang ada di dalam ruangan. Lalu saya lihat mesin antrean.

“Wow, bagus sekali”, dalam hati saya.

Rasanya bangga juga (kalau) menjadi warga Jakarta Selatan memiliki kantor seperti ini. Saya dapat antrean A039. Yang sedang dilayani adalah A034. Dengan nomor antrean seperti ini, membuat proses antrean begitu manusiawi. Kode A, ini saya rasa untuk warga yang mengurus akta kelahiran. Ada lagi kode B/C/D. Saya tak sempat cari tahu.

Lalu, di satu pojok, saya lihat ada panah dengan tulisan “Pojok ASI”. Wah, hebat! Tuh kan, jadi tak perlu selalu menjelek-jelekkan kan?😉

Sayangnya, saat saya menyerahkan berkas akta kelahiran, karena akta kelahiran anak saya dibuat pada tahun 2011, jadi saya harus pergi ke Kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta. Bagi mereka dengan akta kelahiran 2012/2013/2014/dst… baru legalisir bisa dilakukan di sini.

Mengapa pelayanan publik itu berat dan tak pernah mudah? Karena mereka para pelayan publik diberikan stigma tak boleh kaya, mendapatkan upah yang relatif rendah, belum lagi keragaman warga yang perlu dilayani. Mulai dari penghuni gang-gang sempit hingga mereka yang tinggal di apartemen pencakar langit.

5 pemikiran pada “Beratnya Pelayanan Publik

  1. Wah Zaki, aku pun berhubungan ama pelayanan publik sebulan kemaren. Ke dinas pencatatan sipil yang di grogol, bikin surat pencatatan akte bhumi, bikin akte gwe yang hilang, legalisir surat nikah, legalisir akte bhumi. Menurutku, sudah membaik sih. Ga pake lama. Apalagi kalo ‘diminta’ ga pake lama, beneran bisa besok jadi🙂

    1. Yiay, mengapa dirimu gak bilang-bilang Win?😀 Iya nih, aku masih perlu ke kantor disdukcapil Grogol jadinya.

      Aku legalisir surat nikah sudah di KUA. Untung dekat rumah.

      Wow, bisa ya gak pakai lama😉

      Selanjutnya masih perlu ‘legalisir’ surat imunisasi nih😀

      1. Are you gonna stay in australia? Bisa lah! 50rb lah…besok bisa jadi, tp ya ini…ilegal, aslinya gratis semuanya. Btw legalisir kayknya cepet deh Zak, bisa ditunggu. Cm dicap. Cmiiw.

  2. @winda I’m gonna stay where Aurora Borealis lives :B Hihihi mimpi duniawi klo itu.

    Walah, bisi jauh pisan sampai Depag dan Kemenhukham? Ini aku cuma sampai KUA aja, dan bisa diproses. Sekarang masih nunggu prosesnya… Semoga cukup legalisir dari KUA aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s