Cerita Taiwan 4: Menjadi Orang Lain

Sendiri. Bahkan saya tak menjumpai orang Indonesia selain saya. Oh maaf. Hanya satu, suami dari supir taksi yang mengantarkan saya ke Academia Sinica.

Pergi sendiri meninggalkan kesan yang lebih mendalam bagi saya. Saya bertanggung jawab langsung atas semua keputusan yang saya buat. Saya pun lebih fleksibel, tak terikat dengan rencana orang lain jika saya pergi bersamaan.

Sendiri di sini dalam arti tak ada orang Indonesia lain. Saat di Hsinchu, saya pergi bersama rombongan. 1 orang Colombia, 1 orang Jerman dan 3 orang Taiwan.

Saya memiliki kesempatan untuk menjadi orang lain. Saya bisa saja mengaku bernama Olaf. Saya bisa saja melakukan sesuatu yang tabu/dilarang oleh norma sosial tempat saya berasal. Misal minum minuman beralkohol.

Dengan bepergian, saya juga melihat nilai-nilai dari orang lain. Bagaimana orang Taiwan memperlakukan sampah. Sampah dipisah dari awal. Bahkan hingga karet gelang yang digunakan untuk mengikat boks sampah makan siang, dikumpulkan jadi satu lagi.

Satu perjalanan memang meninggalkan 1001 kisah untuk dikenang…

2 pemikiran pada “Cerita Taiwan 4: Menjadi Orang Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s