Netral dan Objektif

Netral dan objektif. Ternyata kedua kata ini memiliki arti yang berbeda. Cukup lama bagi saya untuk bisa menentukan pilihan pemilihan presiden kali ini. Bahkan hingga hari kampanye terakhir saya baru bisa condong ke salah satu calon.

Dengan bersikap netral, saya mengamati para pendukung kedua capres. Terkadang pendukung yang terlalu bersuara lantang malah membuat saya enek. Saya melihat mereka yang terlalu ini sudah tak bisa lagi objektif. Pihaknya dibela habis-habisan dan pihak lawan dicela terus-terusan.

Pada satu sisi saya melihat mesin partai yang bekerja begitu rapi. Mereka bekerja keras, hingga popularitas calon yang diusungnya naik perlahan.

Di sisi lain saya lihat relawan yang tulus dan kreatif bekerja. Entah dari mana mereka bisa bekerja sebesar itu. Yang jelas sebagai relawan saya belum akan sanggup berkarya sebagus mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s