Sulitnya Menutup Rekening Bank

Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke beberapa bank. Saya memiliki rekening di beberapa bank. Setiap rekening ini memiliki sejarah yang berbeda-beda. Ada rekening yang saya buka pertama saat saya masih SMP. Ada rekening yang saya buka untuk menerima beasiswa. Ada rekening yang saya buka karena kantor bank-nya ada di dekat rumah. Ada rekening yang saya buka untuk menerima gaji. Ada rekening yang saya buka untuk memisahkan uang (untuk saya tabung).

Ternyata, zaman sekarang, biaya administrasi bank sungguh besar. Dan uang yang kita simpan pun takkan bertambah banyak biarpun sudah kita tabung di bank selama sekian tahun. Di sisi lain, administrasi membuka rekening bank kini tak semudah dulu. Kita harus membuka rekening bank di cabang bank sesuai domisili KTP. Lalu sertakan juga NPWP. Jika ingin membuka rekening di cabang bank selain tempat domisili, dekat kantor misalnya, perlu menyertakan surat keterangan dari kantor.

Menutup rekening pun tak mudah. Hanya bisa dilakukan di cabang tempat membuka. Belum lagi apabila rekening dormant (non aktif, tanpa transaksi). Rekening kita bisa dibekukan apabila sudah dinyatakan dormant.

… akhirnya saya putuskan untuk menyedot saldo tersisa saja dulu untuk sementara, sambil menunggu apakah masih sempat ke bank tempat saya membuka rekening atau tidak. Saya masih berpendapat, membuka rekening bank (lagi), tentu akan menguntungkan bagi pihak bank. Jadi bank seharusnya tetap selalu terbuka apabila ada calon nasabah yang ingin membuka rekening.

Nah kalau syarat membuka rekening bank di Indonesia adalah KTP dan NPWP, kalau membuka rekening di bank luar negeri apa ya?

6 pemikiran pada “Sulitnya Menutup Rekening Bank

  1. ID valid warga negar, smcm ktp nya kalo lo dah ber-residence permit. Di Denmark sih cukup itu, krn semua tercatat di kartu sakti itu. Disini, kurang lebih sama, atau pling ga diminta paspor. Easier, surely.

  2. Lhoh, NPWP? Kayaknya ndak wajib itu mas kalau untuk rekening indonesia. Cukup KTP lokal saja.

    Saya punya beberapa rekening pas jaman SMP-SMA, ndak saya tutup, tapi saya sedot sampai habis, lalu lupakan… daripada repot2🙂

    Baru nutup rekening ya pas mau wisuda di ITB, jadi syarat soalnya

      1. enggak, buku tabungannya entah dimana, ahaha… paling ya udah ditutup otomatis. udah kelamaan dan kayaknya udah habis kemakan biaya administrasi bank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s