Merawat Kendaraan Bermotor

Satu hal kekurangan saya adalah merawat kendaraan bermotor. Barangkali ini sebabnya saya lebih suka naik transportasi publik.

Pertama, saya bukan tipikal orang yang menikmati saat menghabiskan uang untuk keperluan kendaraan bermotor. Ongkos kendaraan bermotor itu tak cuma bensin. Saat kendaraan dinyalakan, berjalan, mesin berputar, bensin dibakar, klep naik dan turun menghasilkan tenaga, dst. Mesin kendaraan perlu perawatan. Ada oli mesin, ada busi, ada air radiator, ada aki, ada ban yang berputar dan aus, ada air wiper, dst dst.

Dan ini semua tentu perlu biaya. Sayangnya saya hidup di negara yang transportasi publik tidak mendapatkan prioritas. Hmm walaupun harus saya akui keadaan sekarang sudah membaik. Kehadiran Transjakarta, Kopaja AC, pembangunan MRT, dan KRL. Bandingkan dengan Taiwan. Sebuah negara kecil yang setiap kotanya terhubung dengan kereta api.

Kedua, saya tidak terlalu suka menyetir. Apalagi kalau macet. Atau penyebab saya malas menyetir adalah kondisi lalu lintas yang tak karuan. Jumlah kendaraan bermotor sudah terlalu banyak. Sedapat mungkin kita harus berpikir mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Satu hal kemajuan pengaturan lalu lintas terjadi di Kota Bandung. Sekarang hampir di setiap perhentian lampu merah disediakan ruang khusus berhenti motor. Hal ini sangat membantu, khususnya bagi penyeberang jalan seperti seperti saya.

Sudah pernah merasakan bagaimana menyeberang di Jakarta bagaikan membelah lautan motor?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s