Sibuk Dunia

Islam mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Sayang, saya merasa di akhir Ramadan ini, saya terlalu banyak disibukkan urusan dunia.

Hari ini saya izin tidak ke kantor. Harusnya saya memulai aktivitas dari pagi sehingga cucian bisa kering saat siang.

Lainnya, saya sibuk merekap keuangan paguyuban. Hadeuh, ternyata hal ini memakan waktu banyak sekali. Harusnya saya menggunakan teknologi untuk mempercepat proses rekapitulasi keuangan paguyuban.

Di sela-sela mencatat, saya mencuci dan menjemur. Lalu saya menyiapkan bingkisan sederhana untuk warga sekitar, dan tak lupa membayar zakat fitrah dan zakat mal.

Saat berada di luar rumah, saya bercakap-cakap sejenak dengan tetangga. Beberapa dari mereka mudik. Tetangga depan rumah ke Purwekerto, tetangga samping rumah ke Jogja, lalu tetangga belakang rumah ke Solo.

Malam ini saya masih harus packing dan menyetrika. Waktu tarawih saya paksakan untuk sholat Tarawih berjamaah di masjid. Agar tak terlalu disibukkan urusan dunia.

Let’s burn the midnight oil…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s