Sholat Jum’at di Monash Clayton

Setiap usai sholat jum’at, saya suka mengingat-ingat, apa saja yang saya lakukan seminggu belakang. Mulai dari sholat jum’at di mesjid mana hingga aktivitas apa saja yang saya lakukan setiap harinya.

Time flies…

Kalau minggu lalu saya sholat jum’at di dekat rumah, jum’at ini saya sholat di aula olahraga, Universitas Monash, Clayton.

Seminggu yang lalu hingga jum’atan, merupakan hari marathon beberes bagi saya. Termasuk beberes laporan keuangan paguyuban. Saya seolah berpacu dengan waktu terus menerus. Hal apa saja yang perlu dan belum juga saya bereskan.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melancarkan urusan, hingga hari ini tak ada kendala berarti.

Beberapa waktu ke depan saya akan sholat jum’at di tempat baru. Salah satu keindahan islam yang saya rasakan adalah bahasa yang universal. Saat khatib membaca doa dan membacakan ayat suci, saya bisa segera mengetahui konteks yang ingin disampaikan.

Khatib kali ini menyampaikan khutbah dengan jelas. Bahasa Inggrisnya bagus. Ia menyampaikan bahwa tak ada yang bisa memaksakan seseorang untuk memeluk agama Islam. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Mengajak dengan perbuatan, menyeru dengan lisan, dan memanjatkan doa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s