Melawan Dingin

Terbukti sudah secara empiris, bahwa Melbourne menjadi kota terdingin yang pernah saya kunjungi. Bahkan ini adalah musim dingin pertama yang saya alami.

Saat di Taipei, waktu sholat subuh adalah sekitar pukul 3.30 Maghrib kurang lebih sama dengan di Jakarta, sekitar pukul 18.00 Di Melbourne, waktu maghrib pun sama, yaitu sekitar pukul 18.00 Namun subuh di Melbourne baru pukul 5.15 Matahari baru menampakkan sinar di Melbourne pukul 7.00

Ini berarti malam lebih panjang +/- 1 jam di Melbourne. Kesempatan yang baik bagi saya untuk memperpanjang waktu tidur?

Ternyata terlalu banyak tidur juga tak baik. Badan malah lemes. Tapi bagaimana? Keluar dari selimut, bangun, berarti harus siap melawan udara dingin. Nyalakan perapian? Lalu minum minuman hangat? Memang membantu, tapi ternyata…

…ternyata dingin harus dihadapi. Mau tak mau. Nah ini yang tidak mudah. Sekarang saya baru mulai mengerti pendapat teman saya asal Polandia. Salah satu alasan ia menyukai Indonesia ujarnya adalah “Matahari yang selalu bersinar sepanjang tahun”.

Satu pemikiran pada “Melawan Dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s