Teknologi vs SDM

Pada salah satu foto di halaman akhir National Geographic, terlihat begitu banyak manusia. Mereka sedang membangun dam/bendungan. Pada keterangan foto tertulis bisa jadi inilah bendungan terbesar yang dibangun dengan tenaga manusia. Dengan menggunakan tenaga manusia ini, pemerintah telah menghemat devisa sekian.

Begitu lah kurang lebih situasi yang ingin saya ilustrasikan.

Setelah hampir 6 bulan berada di Melbourne, saya perhatikan pekerjaan konstruksi di sini hanya dikerjakan oleh sedikit orang. Di tempat kami tinggal, suka ada pekerjaan mengganti pipa air. Saat pekerjaan saya lihat hanya paling banyak 4 orang di waktu yang bersamaan. Bersama mereka, menemani traktor/mesin penggali/mesin pengangkat pipa/dst alat berat lainnya.

Jadi apakah SDM merupakan lawan teknologi? Saat jumlah SDM melimpah, biarkan manusia yang mengerjakan. Saat jumlah SDM sedikit, diperlukan bantuan teknologi untuk menyelesaikan masalah.

2 pemikiran pada “Teknologi vs SDM

  1. Kalau pemerintah Indonesia mendorong industri untuk menyediakan lapangan pekerjaan, disini semua instansi benar-benar irit SDM & (terlalu) terobsesi dengan otomasi & efisiensi. Pegawai di atas kereta subway hanya ada masinis. Beda dengan KRL di Indonesia yang ada petugas security di tiap gerbong, disini hanya ada kamera. Berandalan baru ditangkap polisi di stasiun terdekat. Tiket KA atau pesawat dilayani dari vending machine/automated check-in. Apa karena disini SDM terbatas? Nggak juga, di sini masih banyak tunawisma & pengangguran. Anak muda yg tidak kerja malah ikut-ikutan street gang. Harga barang juga tidak lantas turun dengan adanya efisiensi. Coca cola kaleng harganya masih 4 kali lipat harga di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s