Membaca Fiksi

Akhirnya saya memberanikan diri mencoba mengikuti summer reading challenge. Ternyata, membaca fiksi itu tidak mudah.

Apakah faktor bahasa Inggris memperlambat kecepatan membaca saya? Ya. Lalu saya juga kesulitan membaca “konteks” novel bahasa asing.

Berbeda dengan saat membaca “Orang-orang Proyek” Ahmad Tohari. Saya dapat dengan cepat mengetahui bagaimana setting cerita ini: satu desa kecil di Jawa. Bagaimana profil Kabul: insinyur sipil lulusan PTN di Jawa Tengah. Semua “konteks” itu ada di luar kepala saya.

Satu hal lain yang membuat membaca novel sulit adalah saya merasa perlu “mengosongkan” kepala dulu baru lantas memasukkan imajinasi novel. Nah untuk “mengosongkan” ini saya perlu “masuk” ke dunia saya sendiri dan meninggalkan dunia sekitar.

Atau kesulitan membaca fiksi ini sebenarnya kita yang sulit untuk berkhayal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s