Naik Sepeda + Kereta

Melbourne, kota dengan jalur kereta yang menggurita, membuat bepergian menjadi begitu mudah. Kereta lewat setiap 10 menit. Sama dengan Kopaja AC Ragunan – Monas yang saya rindukan. Bagaimana kabarmu Kopaja AC? Bagaimana kabar MRT? Bedanya, Kopaja AC hanya mampu mengangkut 50 orang setiap 10 menit sementara kereta bisa mengangkut 80 orang x 6 rangkaian = 480 orang.

Kemarin sore, saya kembali mengajak Zaidan ke perpustakaan. Ini saya apa tidak ada kerjaan kok sering sekali ke perpustakaan? Kok malah tidak serius cari pekerjaan, membanting tulang, mengumpulkan pundi-pundi?

Kali ini saya putuskan mengajak Zaidan ke perpustakaan di Dandenong. Kami sudah pernah ke sini sebelumnya, dan Zaidan masih ingat. Saat itu sedang musim dingin dan kami pergi menggunakan pram/stroller.

Sebenarnya kami bisa pergi menggunakan bis. Tidak perlu ganti bis, hanya sekali. Namun kemarin saya putuskan untuk naik sepeda + kereta saja. Seru juga ternyata.

Waktu tempuh pun jauh lebih cepat. Jika naik bis bisa memakan waktu 30-35 menit, maka dengan sepeda + kereta hanya sekitar 7 + 20 menit. 7 menit untuk sepeda-an ke stasiun.

Masalahnya jika saya tidak bisa duduk di ujung gerbong dengan tatanan kursi memanjang, berarti saya harus berdiri terus sambil memegangi sepeda. Zaidan tak mau turun dari sepeda dan tetap duduk di boncengan.

Ada teman yang mengajak untuk ikut acara sepeda olahraga di bulan April esok. Sayangnya acara ini berlangsung pada hari Minggu pagi. Di hari Minggu, kereta paling pagi menuju kota adalah pukul 8.30 Saya bisa ke kota di pagi hari, asalkan naik sepeda. Woow!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s