Obituari Pak Haji Endang

Local Meetup

Pagi ini, saya memulai aktivitas lebih pagi dari biasanya. Ya, biasanya saya lebih memilih untuk kembali tidur usai sholat Subuh. Di midsummer ini, matahari terbit baru pukul 6.50.

Usai menunaikan sholat Subuh, saya mengintip lampu modem ADSL. Wah, kini lampu WWW sudah kedap-kedip. Lalu saya coba angkat telepon. Sudah ada nada sambung. Pendek cerita, Internet di rumah sudah kembali aktif.

Saya buka whatsapp. Lalu ada kabar duka dari rumah. Salah seorang tetangga rumah, Pak Haji Endang meninggal dunia.

Saya menyalami Pak Haji Endang terakhir kali saat saya menunaikan sholat Jum’at sebelum berangkat ke airport. Itu berarti tanggal 8 Agustus 2014. Pak Haji Endang duduk di kursi, di pojok masjid. Ia sudah tak kuat lagi duduk bersila di Masjid untuk waktu yang lama.

Sebelumnya, Pak Haji Endang bercerita bahwa ia menjalani pengobatan. Terapi di RS Fatmawati. Ada masalah dengan sendi kaki-nya. Yang saya ingat, ia bercerita bahwa saat terapi ia berlatih berjalan di dalam air.

Foto di atas adalah foto saat syukuran rumahnya. Ia pindah ke komplek sebelah. Pak Haji Endang saya kenal sebagai sosok yang ramah dan suka menegur tetangga. Ia menjadi sosok yang dituakan di komplek.

Teriring doa untuk Pak Haji Endang. Semoga amalnya diterima di sisi Yang Maha Kuasa.

Lalu belakangan di grup whatsapp lain, kembali saya baca berita duka. Kali ini dari ibu mertua sepupu saya. Saat mendengar berita kematian, saya selalu teringat, bahwa ini merupakan pertanda untuk kita semua. Bahwa hidup tidak akan abadi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s