Zaidan Tersedak

Pagi ini terjadi keributan singkat di meja makan. Zaidan tersedak saat sarapan.

Saya sedang merebus Indomie, lalu segera saya hampiri Zaidan yang sudah kesulitan bernafas. Istri panik sambil berusaha memukul tengkuk Zaidan dan juga mencoba memeluk dari belakang sambil mengangkat Zaidan.

Mata Zaidan pun berkaca-kaca, menangis. Zaidan tak bisa berkata apa-apa. Saya tetap berusaha tenang, walau saya sebenarnya panik juga. Saya gendong Zaidan. Saya terus pukul tengkuknya. Lalu saya angkat tangan yang masuk ke dalam mulutnya. Saya keluarkan cereal yang masih ada di dalam mulutnya.

Alhamdulillah, saya lihat tenggorokan Zaidan sudah tidak ada apa-apa. Lalu saya tanya Zaidan, apakah sudah tidak apa-apa? Ia masih menangis. Kaget dan panik barangkali, karena ini baru kali pertama ia tersedak.

Setelah kejadian ini, saya dan istri baru berusaha mencari bagaimana kah penanganan tersedak pada anak kecil. Jika tadi Zaidan masih terus tersedak, dalam otak saya sudah memerintahkan untuk menelepon triple zero.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s