Singsingkan Lengan Baju

Sore ini saya kembali bertemu teman-teman asal Indonesia. Ealah, kok teman-teman saya ini ternyata banyak yang kondisinya seperti saya: mendampingi istri kuliah lagi.

“Gimana kabarnya mas?” tanya saya. Hihi basa-basi standar.

“Sekarang waktu Subuh siang (red: pukul 5.30-an), berarti sekarang selesai kerja baru Subuh ya?” tanya saya.
“Iya, berangkat pukul 4. Selesai pukul 6 kurang”, jawab teman saya.

Teman saya memiliki mobil. Ia bekerja sebagai loper koran di pagi hari. Ia pernah menjadi teman kerja saya saat saya bekerja menjadi petugas jasa kebersihan.

“Lalu nanti pukul 7 berangkat lagi”, tambahnya.

“Ini baru pulang?”
“Enggak, sudah 1/2 jam yang lalu. Mandi dulu lalu istirahat.”

Saat mendengar cerita kerja teman-teman saya di sini, saya suka merasa, apakah saya kurang bekerja keras? Mereka bangun pagi. Bahkan pagi-pagi sekali. Melawan dingin, melawan kantuk. Menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari. Sementara itu di bagian bumi lain, saya masih asyik di dalam selimut dan lebih sering bangun siang.

Apakah saya harus menyingsingkan lengan baju saat jari-jari ini menari di atas papan kunci?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s