Merindukan Pagi

Beberapa hari ini saya kembali memulai aktivitas siang. Usai bangun sholat Subuh saya kembali tidur. Saya kembali merindukan pagi.

Suasana yang dingin seringkali jadi alasan untuk kembali masuk ke dalam selimut. Atau alasan lain adalah karena semalam tidur larut, jadi perlu tidur lebih lama lagi, alias bangun siang.

Pukul 7 kurang matahari baru terbit. Saya tak bisa membayangkan bagaimana saya hidup jika matahari ada kurang dari 12 jam sehari. Misal di belahan bumi utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s