Backlog

Saya mendengar istilah ini, saat bertemu Fernando Perez di PyCon APAC 2014. Lalu barusan saya coba googling definisi dari backlog. Pendek kata, backlog merupakan akumulasi pekerjaan menumpuk yang perlu dikerjakan.

Mengapa pekerjaan menumpuk? Ya karena tak dikerjakan. Bisa karena memang tak bisa dikerjakan: misal saat Fernando datang ke Taipei, ia tak bisa mengerjakan pekerjaan rutin yang biasa ia selesaikan di kampus.

Lha, kalau Fernando memang karuan. Kalau saya? Alasan bisa dibuat 1001.

Ternyata, pekerjaan itu memang sulit diselesaikan kalau ditumpuk. Memang bisa selesai, tapi seringkali usai pekerjaan diselesaikan lebih cepat lupa. Tidak mengendap.

Jadi, memang lebih baik, setiap hari dikerjakan. Konsisten, perlahan walau bisa jadi tidak ada perkembangan signifikan. Tapi biar gimana tetap lebih baik daripada model sistem kebut semalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s