Berpikir dengan Menulis

Siang tadi, saya kembali membeli buku tulis. Duh sombongnya, di zaman digital. Buku tulis rasanya semakin ditinggalkan.

Belakangan, rasanya kreativitas menumpul saat kegiatan menulis hanya dilakukan menggunakan keyboard. Buka vim, i, :wq. Kok rasanya linear sekali.

Akhirnya, rasa menulis di buku memang tak terganti. Bisa kasih panah, kasih warna, gambar-gambar.

Kapan menulis di komputer bisa senyaman menulis di buku tulis?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s