Belanja dengan Alat Tulis

Pagi ini, usai mengantar Zaidan sekolah saya berhenti sejenak di pusat perbelanjaan Huntingdale. Jangan bayangkan pusat perbelanjaan di sini semacam ITC. Huntingdale shopping center hanyalah seperti satu baris pasar di terminal Sadang Serang, Bandung.

Di depan saya melintas seorang kakek tua berjalan sendiri dengan tongkat dan tas belanja beroda. Ia menggunakan tongkat untuk “meraba” jalan. Perasaan saya mengatakan ia masih bisa melihat karena tongkat yang digunakan berbeda dengan tongkat yang digunakan berjalan oleh para tunanetra.

Ternyata ia memiliki tujuan yang sama dengan sama: toko IGA. Bukan, bukan iga sapi. IGA adalah nama toko. Saya biarkan ia masuk toko lebih dahulu, lalu saya segera ke aisle tempat bread talk berada.

Belakangan dari belakang terdengar suara pelayan IGA menyapa, “How are you?”. Dalam hati saya berujar, kakek tadi disapa oleh pelayan IGA. Saat saya tiba di kasir, saya kaget.

Sang kakek sepertinya sudah menyiapkan kertas, pulpen dan alas. Ia memberikan alat tulis ini kepada pelayan IGA. Lalu, ia menyebutkan apa saja yang ia butuhkan, “I need half kilo of meat, then … “, saya tak hafal. Sang pelayan mencatat apa saja yang disebutkan oleh kakek ini.

Betapa mandiri-nya kakek ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s