Bukan Ranking

“Zaidan has the greatest leap among his other friends”, D, one of Zaidan’s teacher.

Begitulah ucapan D, menutup pembicaraan singkat kami sore itu. Tinggal di tempat baru, memang selalu mendatangkan perspektif baru.

Jika selama ini, pendidikan di Indonesia, cenderung melihat segala sesuatu dari ranking. Misal percakapan dengan keponakan, “Gimana G, rapornya? Ranking berapa?”.

Jika Zaidan di-ranking, bisa jadi ia ranking terakhir. Namun D melihat Zaidan sebagai seorang anak yang mulai dari garis start yang berbeda dengan anak-anak yang lain.

Di Germaine kindergarten ini menjadi tempat pertama bagi Zaidan lepas dari orang-orang terdekatnya. Di sini juga ia belajar bahasa Inggris. Bertemu dengan teman-teman sebaya yang tidak berbahasa Indonesia.

Saya jadi teringat gambar satir soal pendidikan. Dalam gambar ini ada beberapa hewan: jerapah, macan, gajah lalu mereka diajarkan sesuatu yang harus mereka kuasai padahal mereka sendiri memiliki potensi masing-masing yang berbeda-beda.

Jika harus diukur dalam satu penggaris yang sama yang bernama ranking, sungguh sesuatu yang tak tepat.

2 pemikiran pada “Bukan Ranking

  1. Semoga pulang ke Indonesia nanti, bisa dapet sekolah yang terbaik buat Zaidan, semoga ada rejekinya, aaammiiiinnn…

    1. Amin. Semoga dicukupkan rezeki-nya. Ada slogan orang yang menurutku menarik: “I don’t want all the world. I only need half.”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s