Uang versus Waktu

Pada suatu saat, saat menemani Zaidan bermain sepeda, di dalam hati terjadi percakapan soliloqui sebagai berikut.

“Sungguh merupakan suatu kemewahan tersendiri bagi saya, bisa menyaksikan sendiri secara langsung, menemani Zaidan bermain sepeda di sore hari. Memang dengan pekerjaan saya sekarang ini, takkan bisa mencukupi kebutuhan keluarga untuk hidup di sini. Saya tak perlu commute, walau di sisi lain bekerja dari rumah ternyata memberikan tantangan tersendiri. Saya perlu menuliskannya di lain waktu soal ini. Tak perlu menembus kemacetan, menunggu Transjakarta, menunggu angkot ngetem, dst. Di sini saya bisa antar/jemput Zaidan dengan sepeda. Termasuk menghadiri parents duty, dan working bee.”

Saya memang tak punya banyak uang, namun saya memiliki waktu yang banyak untuk keluarga. Untuk anak dan istri saya. Apakah waktu dan uang adalah dua mata koin yang berbeda?

Saat mahasiswa, waktu luang begitu banyak namun uang saku tentu pas-pas-an. Masih ingat saya, saat akhir bulan, sudah perlu berhitung. Apakah masih bisa makan daging, atau hanya bisa telur dan sayur saja.

Saat sudah mulai bekerja, mulai punya uang yang lebih dari mahasiswa dulu. Tentu ada yang hilang. Waktu bermain jadi hilang karena harus bekerja. Beruntung saya bisa bekerja dengan waktu kerja yang relatif fleksibel sehingga saya tak perlu menceklok daftar hadir dan takut dipotong gaji jika datang terlambat. Saya hanya perlu tidak datang terlambat jika ada rapat dengan klien.

Dengan waktu luang yang banyak, kondisi di sini mendukung. Kehadiran perpustakaan mainan begitu membantu saya menghadirkan mainan untuk Zaidan tanpa harus membeli. Lihat apa yang kami dapatkan akhir pekan kemarin!

2 pemikiran pada “Uang versus Waktu

  1. Seperti kata yangti, ga usah punya banyak uang, yang penting happy!!! Pulang nanti, belum tentu bisa banyak nemenin Zaidan main, belum tentu bisa anter jemput Zaidan ke sekolah, belum tentu bisa punya banyak buku dan mainan tanpa beli, belum tentu bisa jalan-jalan ke banyak tempat seru tanpa macet, belum tentu… lainnya… You don’t what you’ve got until it’s gone, so don’t think too much B-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s