Dingin dan Selimut

Yak, ini menjadi bulan Ramadan pertama saya di negeri perantauan. Puasa di sini memang lebih singkat. Fajr pukul 6.00 dan matahari terbenam pukul 17.10 Ternyata setiap tempat memberikan tantangan tersendiri.

Tantangan puasa di sini adalah keluar dari selimut dan tidak tidur. Bagaimana tidak mau keluar dari selimut jika udara begitu dingin (bagi saya). Memang sih belum sampai minus.

Kalau suhu sudah di bawah 10 derajat Celcius, wah mau ngapa-ngapain juga repot. Kalau masih di atas 10 derajat Celcius, masih tahan-tahan sedikit. Kalau ada sinar matahari, terkadang memberikan kehangatan yang cukup.

2 pemikiran pada “Dingin dan Selimut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s