Belajar Naik Sepeda

Saya sudah lupa bagaimana persisnya saya belajar naik sepeda. Yang saya ingat betul adalah saya pernah masuk, nyemplung selokan saat naik sepeda. Saya tahu saya harusnya berhenti, tapi apa daya sepeda terus meluncur dengan kencang dan saya tak menarik tuas rem.

Nah, saya sekarang tidak tahu bagaimana saya memulai mengajari Zaidan naik sepeda. Minggu lalu, saya mencoba melepas roda tambahan (di sini namanya: training wheels). Saya biarkan Zaidan naik sepeda tanpa roda tambahan. Wah, sulit sekali tampaknya ia mengendalikan sepeda.

Karena terbiasa dengan sokongan roda tambahan, Zaidan belum terbiasa menahan beban sepeda dan menjaga keseimbangan. Bisa dilihat saat ia berbelok, dengan kecepatan tinggi, lalu jatuh. Saya sengaja membiarkan Zaidan jatuh, agar ia tahu, seharusnya saat belok tidak boleh dengan kecepatan tinggi.

Hingga sore ini, saat bermain-main, bercakap-cakap dengan “OK Google”, secara blink saya terpikir untuk bertanya “How to ride a bike?”. Salah satu hasil teratas adalah video ini.

Sore tadi pun jadinya saya lepas kembali roda tambahan berikut pedal. Saya minta Zaidan untuk berjalan dengan sepeda. Awalnya ia tidak mau. Malas. Hingga akhirnya lama kelamaan ia terbiasa.

Dan sebelum selesai main sepeda, belakangan ia sudah bisa mengangkat kedua kakinya. Wuhu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s