Jadi Rajin Minum

Pendek cerita, saya kembali membeli botol minum. Botol minum yang sebelumnya saya beli, obral-an, hanya $10 plus handuk kecil di dalamnya, karetnya rusak. Sehingga biarpun sudah ditutup rapat, air akan tetap keluar apabila posisi botol miring.

Botol minum lama ini masih saya gunakan untuk saya letakkan di stang sepeda. Jadi nasib botol lama ini sekarang hanya berhenti di stang sepeda.

Botol minum baru saya tak ada sedotan. Dilengkapi dengan pengaman, minum dari botol ini jadi tak mudah tumpah. Saya jadi rajin minum saat membawa botol ini ke mana-mana. Apalagi di kota ini, tersedia banyak keran dengan air siap minum di mana-mana.

Bahkan saat musim panas lalu, saya sempat menyimpan peta lokasi keran air siap minum di Melbourne CBD. Jaga-jaga, takut dehidrasi. Asyik kan.

Saya pertama kali tahu keran air siap minum saat di kampus ITB dulu. Di zaman rektor KK, ia menyiapkan titik-titik keran air siap minum di dalam kampus. Saya ingat, malam-malam dengan teman, saya membawa botol galon untuk diisi dengan keran air siap minum. Wah ngisi-nya bisa sampai 5 menit-an apalagi saat debit air kecil.

Belakangan, Zaidan juga jadi suka minum dari botol baru ini.

4 pemikiran pada “Jadi Rajin Minum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s