Refleksi Seminggu

Seperti biasa, usai sholat Jum’at saya melakukan refleksi apa saja yang saya lakukan seminggu yang lalu. Selain refleksi, sebaiknya saya memulai merencanakan apa saja yang akan saya lakukan seminggu ke depan ya.

Baiklah, mari kita mulai.

Seminggu yang lalu saya sholat Jum’at di kampus Monash Clayton. Saya pun masih naik bis yang sama dengan bis yang saya naiki hari ini. Bis 900 pukul 13.10 dari Huntingdale. Usai men-drop Zaidan saya langsung berlari ke halte ini. Tiba di tempat Jum’atan biasanya sudah mulai 5 menit karena dimulai pukul 13.15

Khutbah hari ini mengenai pengungsi Syria. Saya tidak tahu betul, apa akar masalah yang terjadi di Syria. Sepertinya tidak ada versi sederhana, hitam-putih, siapa baik dan jahat kalau saya baca sekilas. Konflik yang ada pun banyak kepentingan dan golongan. Belum lai kalau mau menyebut negara-negara lain di belakang yang turut berkepentingan dalam konflik yang terjadi di Syria.

Lantas, saya membayangkan bagaimana kehidupan para pengungsi ini. Mereka yang harus meninggalkan tanah mereka karena nyawanya terancam. Apa yang bisa mereka bawa saat mengungsi? Bagaimana dengan kenangan-kenangan mereka di tanah mereka di sana? Album foto, rumah, kendaraan?

Saya membayangkan, saya yang pindah sejenak ke down under saja membawa begitu banyak barang-barang. Namun tidak dengan pengungsi. Kondisi mereka takkan bisa memungkinkan untuk membawa barang. Mereka harus pergi dengan kapal, bahkan berenang?

Tak bisa saya bayangkan lagi kalau ada anak-anak yang harus terpisah dari orang tua. Apa jadinya. Bagaimana kehidupan anak-anak itu di kemudian hari?

Cukup dulu soal Syria.

Hari Sabtu lalu, jadi hari yang panjang bagi saya. Pergi dari pagi dengan Zaidan lalu pulang di saat matahari terbenam. Saya memiliki jadwal jaga Sabtu lalu di perpustakaan mainan, Oakleigh. Menyenangkan bisa menjadi bagian dari komunitas perpustakaan mainan ini.

Lalu siangnya, ada janji makan siang dengan Ibu-ibu sosialita Melbourne. Haduh, istilahnya keren amat :B Kami makan di Tibas, salah satu tempat makan yang terkenal. Tibas menjual makanan Lebanon. Saya sempat tertukar, Lebanon itu negara dan ibukota-nya adalah Beirut.

Karena sudah sampai di Sydney Road, lalu saya sempatkan mampir ke IBC (Islamic Book Centre). Saya memang berencana mencari buku-buku agama Islam untuk Zaidan. Buku-buku agama Islam untuk anak-anak agak sulit saya cari di perpustakaan. Satu perpustakaan yang memiliki koleksi buku anak islam adalah perpustakaan di Dandenong.

Pulangnya, Zaidan malah sempat tertidur di tram. Sampai di Flinders, Zaidan bilang masih lapar, lalu Zaidan makan waffle favoritnya dulu di Swanston Street.

Hari Minggu, seingat saya tak ke mana-mana. Dengan pertimbangan sudah terlalu lelah di hari Sabtu.

Senin? Belanja minggu-an bersama Zaidan. Selasa, Zaidan sekolah. Rabu sore, ke perpustakaan Dandenong. Kamis, Zaidan sekolah. Kamis sore saya ke Melbourne Django School dan Meetup. Jum’at di rumah, siang antar Zaidan ke sekolah, sore nanti jemput.

Apa rencana untuk akhir pekan? Belum ada.

Dan saya pun masih menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk tidur. Saya juga masih gagal untuk bangun pagi dan berenang.

OK, sekian dulu kali ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s