Peran Rumah Tangga

Setelah menjalani kehidupan kurang lebih selama setahun di sini, saya berkesimpulan bahwa peran rumah tangga (domestik) lebih sulit daripada peran di luar rumah. Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi. Peran rumah tangga ibarat pondasi, sementara peran di luar rumah ibarat tembok rumah.

Tembok rumah memang terlihat kasat mata. Orang di luar rumah pun bisa melihat, bagaimana kondisi tembok. Kalau mau mengikuti teori piramida kebutuhan manusia, maka aktualisasi bisa dilihat sebagai tembok. Tapi ingat di bawah tembok yang berdiri kokoh ada pondasi di bawah yang menopangnya.

Mengapa peran di dalam rumah lebih berat? Pertama ia tak terlihat. Bagi yang ingin aktualisasi diri, ya jangan berharap banyak. Gaji, kerja di mana, lebih terukur bagi orang-orang di luar sana. Bermain dengan anak, memasak, bebersih rumah, belanja, tidak akan terukur bagi orang-orang luar. Yang ada nanti dikomentari, kok anaknya kurus sih? Suka diajak main keluar gak? Kok belum bisa main sepeda? Dan komentar-komentar lainnya. Belum lagi, pertanyaan kok belum punya adik dst.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s