Kehilangan Uang

Hari ini saya kehilangan uang karena kecerobohan saya. Memang entah mengapa, saya cenderung terburu-buru dan tidak hati-hati. Ibu saya seringkali berpesan kepada saya untuk tidak berbicara terlalu cepat.

Kalau mau diingat-ingat, atas kehilangan uang hari ini, hati saya bisa-bisa tidak tenang terus menerus. Obatnya adalah melupakannya lalu bersedekah.

Beberapa saat setelah kehilangan, saya jadi merenung. Apakah yang manusia bawa setelah meninggalkan dunia ini? Apakah harta bisa dibawa? Apakah keluarga akan menemani? Anak/istri/orang tua?

Harta memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana waktu kita dihabiskan. Saat ini saya berada dalam kondisi di mana saya memiliki begitu banyak kesempatan untuk dihabiskan bersama anak saya. Saya bisa hampir 24 jam terus bersamanya. Tinggal dikurangi 15 jam per minggu saja saat ia sekolah.

Memang dengan kondisi kerja “paruh waktu” ini, gaji yang saya terima tak sesuai dengan standar kehidupan di sini, tapi itu pun cukup. Tapi kapan sih manusia pernah merasa “cukup”?

Dan semoga saya bisa menorehkan kenangan yang manis bagi putra saya di masa tumbuh kembang emas 5 tahun pertama ini…

Satu pemikiran pada “Kehilangan Uang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s