Garis Batas Itu Berupa Kertas

Kalau dulu, batas geografis memegang peranan begitu dominan sebagai garis batas, sekarang tidak lagi dengan kehadiran pesawat. Pegunungan tinggi, sungai lebar, laut luas, menjadi garis batas antara satu daerah dengan daerah lain. Saat ini memang pesawat sudah bisa terbang ke mana saja di belahan bumi, namun garis batas itu tetap ada.

Garis batas itu berupa kertas: paspor dan visa. Saat batas seseorang ditentukan dari jenis paspor dan visa yang dimiliki.

Masih saya ingat saat akan mengunjungi Portugal. Teman saya dengan paspor Malaysia di tangan tak perlu mengurus visa. Bahkan saat itu saya tidak memiliki paspor😐 Setelah paspor keluar, lalu saya masih perlu mengurus visa Portugal – Schengen. Lalu baru-baru ini, saya salah menghitung 6 bulan ke depan waktu berlaku paspor saya sehingga saya tak bisa naik pesawat😐

Dan semua ini saya alami sendiri secara langsung karena tak ada orang yang mengurusi. Ya, kan saya tidak bekerja di perusahaan besar dengan orang banyak dan struktur yang kaku.

Kalau mengurus sendiri, baru terasa “asyiknya” usaha memenuhi persyaratan yang tertera di website. Termasuk memeriksa jam buka kantor visa. Lalu setelah visa keluar, masih ada tantangan lagi. Memesan tiket sendiri :B

Judul tulisan ini terinspirasi dari salah satu judul buku novel Agustinus Wibowo: Garis Batas.

2 pemikiran pada “Garis Batas Itu Berupa Kertas

    1. Boleh. Sekali-dua-kali saya sudah pernah menulis mengurus visa. Yang saya ingat visa Portugal. Visa Taiwan sudah pernah belum ya? Lupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s