Menunggu Malam

Selamat datang musim panas!

Sebagai seseorang yang besar di lintang khatulistiwa, saya tak pernah merasakan siang yang lebih panjang dari malam atau malam yang lebih panjang dari siang. Jika pun ada pergeseran waktu matahari terbit dan matahari tenggelam, hanya berkisar 30-45 menit. Jadi tak terlalu terasa.

Dengan menetap di down under, saya jadi merasakan perbedaan ini. Di musim panas ini memang enak untuk keluar rumah. Catatan: asalkan temperatur tidak sampai di atas 30 derajat Celsius. Jika sudah lebih dari 30 derajat Celsius lebih baik berada di dalam ruangan yang dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Nah, masalahnya (kok masalah terus sih? Saat musim dingin nanti jadi masalah lagi). OK, nah untungnya, saat musim panas, matahari bergeser miring (waktu Ashar) adalah pukul 17.20-an. Kiddo sudah minta main di luar sejak pukul 15 coba. Matahari kan masih panas saat itu.

Jadilah di musim panas ini saya bersama kiddo keluar rumah sekitar pukul 18.00 dan kembali ke rumah sebelum pukul 20.00 Nanti makan malam pukul 21.00 karena matahari terbenam baru pukul 20.40

Kalau di musim dingin, menunggu hangat. Di musim panas, saya menunggu malam (mengantuk lebih awal karena biasa bangun pagi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s