Tanpa Pembantu

Setiap keluarga memiliki kondisi-nya masing-masing. Ada kondisi-kondisi yang mengharuskan suami dan istri bekerja untuk menghidupi keluarga sehingga di rumah perlu pembantu. Tidak, tidak ada yang salah dengan pembantu. Ini bukan soal benar/salah, mana lebih baik/lebih buruk.

Setelah hampir 2 tahun di down under, kami semakin terbiasa hidup tanpa pembantu. Apalagi di sini, pembantu (nanny) itu hanya bagi mereka yang kaya. Umumnya anak-anak nanti dititipkan di child care bagi pasangan yang bekerja.

Hidup tanpa pembantu membuat segala sesuatu lebih dekat, karena semua dikerjakan sendiri. Rumah pun lebih sering berantakan karena tak ada waktu untuk membereskan. Atau sekali diberesin, tak lama berantakan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s