Melakukan Apa Yang Tak Bisa Dilakukan di Jakarta

Tinggal menghitung minggu sebelum kami kembali ke Jakarta. Ada perasaan bercampur: rindu orang tua, keluarga, makanan, dan hal-hal yang tak bisa dilakukan di Jakarta.

Pertama: menikmati transportasi publik. Kami memilih untuk tidak memiliki mobil pribadi selama di sini. Ke mana-mana naik transportasi publik, walau sesekali kami menyewa mobil untuk pergi ke luar kota. Jika di Jakarta ke luar rumah ditunggu mikrolet, maka di sini kami harus mengejar bis/kereta. Mereka takkan menunggu.

Kedua: ke sekolah naik sepeda/jalan kaki. Karena tak ada mobil, maka tak ada pilihan lain selain jalan kaki atau naik sepeda. Setelah saya ingat-ingat, ternyata saya hebat juga tahun lalu, saat antar jemput Zaidan naik sepeda sejauh 6 km PP. Jalan kaki atau naik sepeda di sini sangat nyaman. Trotoar lebar dan sepi. Zaidan pun bisa naik sepeda dengan aman dan tenang.

Ketiga: naik kuda. Nah kalau yang ini belum kesampaian. Ternyata eh ternyata, kalau punya kuda sendiri, tak perlu izin kalau mau menyusuri Grampians dengan kuda. Wah tahu begini, dari dulu beli kuda sendiri.

#eeaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s