Ramadan Berakhir

Tak terasa, Ramadan akan segera berakhir. Ini akan jadi Ramadan terakhir? di Melbourne. Tentu ada suka/duka menjalani Ramadan di mana Islam tidak menjadi mayoritas. Sekarang saya baru merasakan bagaimana menjadi minoritas.

Satu hal yang enak adalah di sini saya tidak terlalu berhiruk-pikuk menjadi lebih konsumtif menjelang lebaran tiba. Tak ada THR, tak ada libur lebaran, bahkan di hari Idul Fitri. Tak ada juga mudik, karena tak lama lagi saya akan kembali. Saya membaca berita mudik dari teman-teman saya saja.

Karena minoritas, suasana Ramadan sedikit banyak jadi berkurang. Sekali/dua kali/tiga kali kami menyempatkan mendatangi kantung komunitas muslim Indonesia di sekitar daerah kami tinggal. Zaidan kami ikutkan semacam madrasah untuk anak-anak. Lalu, saya juga usahakan mencari buku-buku seputar Ramadan dari perpustakaan.

Saat Ramadan berakhir ini, satu pinta yang ada adalah disampaikan pada Ramadan berikutnya…

Satu pemikiran pada “Ramadan Berakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s