Meninggalkan Melbourne

Tak terasa, hanya tinggal menghitung hari kami akan meninggalkan Melbourne. Tinggal di suburb berjarak 25 km ke pusat kota, menghadirkan pengalaman yang sungguh berkesan bagi kami, sebuah keluarga. Tentu akan beda pengalaman dengan mereka yang hidup lajang dan tinggal di pusat kota.

Kemarin saya bekerja dari City Library. Tanpa rencana saya duduk di dekat rak buku-buku Indonesia. Sejenak saya menghampiri buku-buku di rak tersebut. Saya berusaha mencari buku yang cocok untuk Zaidan. Dan saya temukan buku kamus bergambar Indonesia – Inggris.

Teman-teman saya di Melbourne (yang bukan orang Indonesia) memberikan komentar bahwa saya dan sekeluarga akan senang saat kembali nanti. Bertemu kembali dengan teman dan keluarga. Ya, saya memang senang, tapi sebenarnya saya juga ingin mengatakan bahwa saya pun tak sedih-sedih amat selama di Melbourne.

OK, sekian dulu tulisan kali ini. Semoga tahun 2026 ada kesempatan mengunjungi Melbourne kembali saat terowongan baru Metro sudah jadi😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s