Waktu Artis

Dari suatu artikel yang saya baca, terdapat dua jenis waktu: waktu yang bersifat manajerial dan waktu yang bersifat seniman. Pekerjaan dengan waktu manajerial dapat dipecah menjadi 15, 30 dan 60 menit. Namun tidak dengan pekerjaan dengan waktu seniman. Seorang seniman membutuhkan satu waktu kosong panjang tanpa interupsi untuk menghasilkan karya seni-nya.

Saya masih ingat bagaimana penulis buku Storey House, mengungkapkan bahwa yang ia butuhkan betul adalah satu waktu kosong panjang tanpa interupsi untuk menulis.

Pekerjaan kantoran umumnya lebih teratur. Masuk pukul 9 pulang pukul 5 sore. Seniman, bisa kerja bisa enggak. Namun saat seniman bekerja… wah bisa berapa hari tak tidur.

Jadi, saat saya sedang kutak-katik di depan komputer, yang bisa dilakukan adalah biarkan saja saya sendiri tanpa interupsi. Biarpun di depan komputer saya sedang menulis blog, membaca berita, mendengarkan Youtube, itu adalah bagian dari pemanasan untuk memulai proses seni saya.

#eeaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s