Masih Merindukan Melbourne

Saya sudah beberapa hari kembali ke tanah air, namun saya masih saja membuka situs berita lokal Melbourne. Saya masih ingin tahu ada berita apa saja di Melbourne. Bagaimana kabar crossing removal di Frankston line, bagaimana isu plesbicite di Victoria, bagaimana cuaca di sana, dst,.. dst…

Waduh, belum bisa move on.

Padahal saya sudah kembali merasakan kemacetan di Jakarta. Lalu saya tertawa kecil saat membahas bagaimana jika self-driving car dijalakan di Jakarta. Semuanya akan lebih rumit jika dibandingkan dengan di Melbourne. Jalanan Princess Highway memiliki 3 jalur. Mobil yang melintas memang banyak, tapi tentu tak sebanyak dengan mobil yang melintas jalan Pondok Indah. Bagaimana algoritma self-driving car jika ada begitu banyak motor melintas? Dari kanan, kiri, depan, belakang. Belum lagi kecepatan yang tak bisa terkira, kan tak ada speed limit.

Hehehe… hidup di Jakarta memang keras Jenderal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s