Hidup di Indonesia Lebih Sulit?

Hidup di Indonesia itu lebih sulit kah? Peraturan yang tidak jelas adalah salah satu alasan pertama.

Misal di jalan tol. Kecepatan minimum yang disarankan adalah 60 km/jam dengan kecepatan maksimum adalah 80 km/jam. Itu teorinya, pada praktiknya…. Saya pun juga suka jalan dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Tapi ternyata kalau sudah lebih dari 100 km/jam, jadi terasa lebih sulit mengendalikan mobil. Jadi sebenarnya, peraturan kecepatan maksimum itu sudah benar.

Kedua, informasi di website tidak update, dan kalaupun update bisa jadi peraturan itu hanya ada di website, tidak di kehidupan nyata. Misal, untuk membuat SIM. Apa saja yang diperlukan? Harus lulus ujian apa saja? Bagaimana dengan materi ujian? Apa yang harus kita pelajari? Berapa biayanya?

Semuanya tidak akan kita butuhkan, karena begitu kita sampai di kantor polisi, akan ada “sambutan-sambutan” menawarkan bantuan🙂

Saya berencana mengirim satu buku yang saya beli di Australia. Awalnya saya kira buku ini akan sampai sebelum kami berangkat. Ternyata meleset. Teman saya cerita, kalau buku masuk ke Indonesia bisa kena cukai yang nanti kita gak tahu perlu menebus berapa. Kalau kita tidak punya jaringan/kenalan di dunia ekspedisi, rasanya akan sulit untuk mengirim barang ke Indonesia.

Bisa bayangkan kan betapa terkejutnya saya, saat saya menerima paket berisi laptop baru di Australia.

Satu pemikiran pada “Hidup di Indonesia Lebih Sulit?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s