Sisi Lain Larangan Naik Motor Bagi Anak-anak

Saya pertama kali dulu naik motor ke mana-mana kira-kira kelas 2 SMP. Belum punya SIM tentunya. Saya naik motor paling ke sekolah lewat jalan kampung. Eh gak ke sekolah juga deing, saat itu ke sekolah naik sepeda. Ya, berarti ke rumah teman di dekat sekolah. Saya jarang lewat jalan besar. Selalu lewat jalan kecil atau bukan jalan protokol.

Baru-baru ini ramai dibahas tentang pidana bagi orang tua yang memberikan anaknya naik motor. Memang harus saya akui, kondisi di jalan sekarang begitu menyeramkan! Lebih seram daripada film horor!

Sekarang, bagaimana anak-anak mau main? Orang tua berangkat pagi pulang malam. Naik angkot, tidak jelas kapan sampainya. Main sepeda, mau gak mau harus ke jalan raya. Jalan kaki, tidak ada trotoar. Lapangan, apa masih ada?

Walau ini gak bisa jadi pembenaran juga sih. Hehehe susahnya jadi anak urban. Kalau semua anak-anak (dan juga orang dewasa?) naik sepeda, barangkali, jalanan tidak sepenuh sekarang dengan sepeda motor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s