Memikirkan Orang Lain

“This tram driver doesn’t considerate!”, begitu pekik salah seorang Melbournians di depan pemberhentian tram di depan Stasiun Flinders, Jalan Flinders.

Mengapa? Karena sebenarnya lampu masih menujukkan merah, sementara pengemudi tram memilih untuk meneruskan laju tram alih-alih berhenti di pemberhentian untuk menaikkan/menurunkan penumpang.

Considerate.

Satu kata yang ternyata sulit dipraktikkan. Siang ini saya menjemput Zaidan. Saya terbiasa memarkirkan mobil, baru saya naik/turun antar/jemput Zaidan. Kali ini istri saya ikut, jadi sebenarnya bisa saja saya tak turun dari mobil. Tapi kali ini saya yang turun.

Usai Zaidan naik ke dalam mobil, saya memundurkan mobil, untuk keluar dari parkiran. Mobil di sebelah kiri saya ternyata ikut mundur. Oh ya sudah, saya tunggu saja di belakang. Ternyata… sang supir belum menaikkan penumpang. Jadi ia berhenti di tengah jalan, sambil menunggu penjemput dan sang anak untuk naik mobil. Jadi, saya dipaksa menunggu di belakang, hingga sang penjemput dan anak untuk naik mobil.

Hal ini kan hal sederhana, tapi mengapa kok sulit ya? Ah, barangkali saya yang terlalu naif. Sama sederhananya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Semoga kita mulai mengurangi campur tangan urusan orang lain dan lebih mulai menghormati hak-hak orang lain (considerate).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s